Dump Truk Tabrakan dengan Truk Tangki CPO di Trans Kalimantan, Sopir Meninggal Dunia | Tanamkan Kesadaran Tertib Lalu Lintas Sejak Dini, Satlantas Polres Kubu Raya Sambangi SMP Kemala Bhayangkari 1 Sungai Raya | Kapolda Kalbar Pimpin Sertijab Wakapolda: Brigjen Pol Hindarsono Resmi Gantikan Brigjen Pol Roma Hutajulu | Personel Satlantas Polres Kubu Raya Diserbu Keceriaan Siswa TK di Sungai Ambawang | Operasi Keselamatan Kapuas 2026 Mulai 2 Februari, Polisi Utamakan Edukasi Keselamatan Jalan | Polisi Amankan Terduga Pelaku Pelemparan Bom Molotov di SMPN 3 Sungai Raya | Misteri Temuan Mayat Bayi di Desa Tanjung Beringin, Polres Kubu Raya Buru Orang Tua Pelaku | Police Line Terpasang di Karhutla Sungai Raya, Lahan Gambut 5 Hektare Jadi TKP | Usai Dijinakkan, Police Line Membentang di Lahan Karhutla Kuala Mandor B | Cerita Menerobos Bara: Nyawa di Ujung Selang | Tragis! Karyawan Peternakan Ayam di Kubu Raya Tewas Tersengat Listrik Saat Cas HP | Misteri Terbakarnya 5 Hektar Lahan di Desa Sungai Malaya, Polisi Buru Pelakunya | Sidokes Polres Kubu Raya Berikan Layanan Kesehatan Gratis bagi Tim Siaga Karhutla | Bertaruh Nyawa Lawan Asap, Tim Siaga Karhutla Akhirnya ‘Zerokan’ Api di Kabupaten Kubu Raya | Polisi Ringkus Komplotan “Bajak Laut” di Kubu Raya, Modus Incar Mesin Speedboat Milik Instansi | 9 Unit Damkar Diterjunkan Padamkan Kebakaran Rumah di Komplek Bhayangkara Permai, Tidak Ada Korban Jiwa | Tanpa Plat Nomor! Ini Daftar 6 Motor yang Diciduk Polres Kubu Raya Saat Balap Liar | Tragedi KM 19 Trans Kalimantan: Hilang Kendali di Tikungan, Pemotor Tewas Hantam Truk | Gercep! Bupati Sujiwo dan Polres Kubu Raya Bubarkan Balap Liar di Angkasa Pura | Kubu Raya Membara! Tim Gabungan Baku Hantam Padamkan 24 Titik Api, Lahan 9 Hektar Disegel Police Line |
BERITA KEPOLISIAN LOKAL NASIONAL PERISTIWA

Remaja Tewas Gantung Diri di Kebun Karet, Kapolsek Sungai Ambawang Ajak Orang Tua Lebih Peduli Anak

CPT_LTR2002
CPT_LTR2002

TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID – Warga Dusun Koasa, Desa Bengkarek, Kecamatan Sungai Ambawang, digemparkan dengan penemuan seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun yang tewas gantung diri di lokasi kebun karet. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (27/9/2025) pagi sekitar pukul 07.20 WIB.

Kapolsek Sungai Ambawang, IPTU Reyden Fidel Armada melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade menjelaskan, korban sebelumnya sempat pamit kepada keluarganya pada Jumat (26/9) malam. Setelah makan malam, korban mengambil sebuah senter dan mengatakan akan buang air besar di sungai. Namun hingga malam berlalu, korban tidak kunjung pulang.

“Korban sempat ditanya bibinya ketika mengambil senter, hendak pergi ke mana. Saat itu, korban menjawab akan ke sungai untuk buang air besar. Namun hingga pukul 20.15 WIB, korban tidak juga kembali. Khawatir, paman dan bibinya pun berusaha mencari, tetapi tidak berhasil menemukan korban. Pencarian kemudian dilanjutkan keesokan harinya, Sabtu pagi sekitar pukul 06.00 WIB,” jelas Aiptu Ade, Kamis (2/10/2025).

Pencarian keluarga berujung duka. Pada pukul 07.15 WIB, bibi dan sepupu korban menemukan korban sudah tidak bernyawa dengan kondisi tergantung di sebuah pohon karet. Teriakan histeris pun membuat warga sekitar berdatangan.

Rotasi Jabatan di Polres Kubu Raya, Kapolres Tekankan Pemetaan Kerawanan Wilayah

Paman korban segera meminta bantuan masyarakat dan melaporkan kejadian tersebut ke Kepala Desa Bengkarek serta Bhabinkamtibmas setempat. Tak lama kemudian, personel Polres Kubu Raya bersama Polsek Sungai Ambawang tiba di lokasi untuk melakukan identifikasi dan evakuasi.

“Jenazah korban dievakuasi menggunakan speed boat milik Puskesmas Parit Timur melalui jalur air. Dari sana, korban dijemput keluarga di Yayasan Rumah Retret Costantini dan kemudian dibawa ke Tebang Benua, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau untuk dimakamkan,” ungkap Ade.

Pihak keluarga menolak dilakukan visum et repertum (VER) terhadap jenazah korban.

Ade mewakili Kapolsek Sungai Ambawang menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut. Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih dekat dalam mengawasi anak-anak mereka.

“Perkembangan teknologi, khususnya penggunaan handphone yang semakin pesat, dapat memengaruhi pola pikir dan kondisi psikologis remaja. Karena itu, kami mengajak para orang tua untuk lebih peka, memberikan perhatian, serta membangun komunikasi yang baik dengan anak. Dengan begitu, teknologi tidak hanya berdampak negatif, tetapi justru bisa dimanfaatkan secara positif, sehingga tidak menjadi pemicu terjadinya peristiwa serupa di masa mendatang,” pesannya,” tegas Ade.

Viral Konflik Lahan di Batu Ampar, Polres Kubu Raya Tegaskan Proses Sudah Sesuai Prosedur

Polisi berharap tragedi ini bisa menjadi pelajaran bersama agar keluarga semakin memperkuat ikatan emosional dengan anak-anak, sehingga mereka tidak merasa sendirian ketika menghadapi persoalan.

 

 

 

Penulis : Humas_cpt_ltr2002

Editor : Aiptu Ade

follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)

Call Centre : 110