TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID – Persoalan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga ancaman banjir menjadi perhatian Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia saat menemui warga dalam kegiatan Subuh Keliling di Masjid Al Amien, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (15/10/2026).
Tak hanya menyampaikan pesan kamtibmas, Rensa memanfaatkan pertemuan dengan jamaah untuk membuka komunikasi langsung dengan masyarakat. Warga diminta menyampaikan persoalan di lingkungan masing-masing agar dapat ditindaklanjuti kepolisian sejak dini.
“Selama tiga bulan ini kami bersama pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat terus berupaya melakukan penanganan Karhutla. Alhamdulillah saat ini kondisi kebakaran sudah mulai membaik, meskipun masih terdapat beberapa titik api yang perlu ditangani,” kata Rensa.
Rensa meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurut dia, upaya memutus ancaman Karhutla membutuhkan keterlibatan warga karena pencegahan kebakaran dimulai dari lingkungan tempat tinggal dan lahan yang dikelola masyarakat.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta bersama-sama menjaga lingkungan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Mari kita berdoa dan bekerja sama agar permasalahan Karhutla ini segera berakhir,” ujarnya.
Warga Diminta Bersiap Hadapi Musim Hujan
Ketika persoalan Karhutla mulai menunjukkan perbaikan, Rensa mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap ancaman lain yang dapat muncul saat musim penghujan.
Kapolres meminta warga memperhatikan kondisi saluran air, parit, dan got di sekitar permukiman. Saluran yang tersumbat berpotensi memperbesar risiko genangan dan banjir ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi.
Karena itu, Rensa mengajak masyarakat menghidupkan kembali gotong royong membersihkan lingkungan.
“Mari kita tingkatkan kegiatan gotong royong untuk membersihkan lingkungan sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya banjir,” ungkapnya.
Menurut Rensa, langkah pencegahan perlu dilakukan sebelum persoalan muncul. Kepedulian warga terhadap kondisi lingkungan menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko bencana sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan permukiman.
Call Center 110 Dibuka untuk Aduan Masyarakat
Selain persoalan lingkungan, Rensa menyampaikan sejumlah kanal yang dapat digunakan masyarakat ketika menghadapi gangguan keamanan maupun membutuhkan pelayanan kepolisian.
Salah satunya Call Center 110 yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, menyampaikan pengaduan, atau memberikan informasi yang membutuhkan tindak lanjut polisi.
Layanan tersebut tersedia selama 24 jam.
“Polri memiliki layanan Call Center 110 yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, menyampaikan pengaduan, maupun memberikan informasi yang membutuhkan tindak lanjut dari kepolisian,” ujar Rensa.
Kapolres juga membuka ruang komunikasi langsung bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian kepolisian di wilayah hukum Polres Kubu Raya. Khusus warga Kecamatan Sungai Raya, persoalan yang membutuhkan pelayanan dapat disampaikan kepada Kapolsek Sungai Raya agar segera ditindaklanjuti.
Rensa sekaligus meminta masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan tugas anggota Polri. Jika menemukan anggota yang bertindak tidak sesuai ketentuan, bersikap tidak etis, atau melakukan pelanggaran, warga diminta menyampaikan laporan melalui saluran pengaduan yang tersedia.
“Silakan menyampaikan laporan melalui saluran pengaduan yang tersedia agar dapat ditindaklanjuti secara profesional,” tegas Kapolres.
Keamanan Lingkungan Membutuhkan Peran Warga
Kapolres menegaskan menjaga keamanan bukan semata-mata tugas kepolisian. Kewaspadaan dan kepedulian masyarakat menjadi faktor penting untuk mencegah gangguan kamtibmas berkembang lebih besar.
Rensa meminta warga saling menjaga dan segera mengomunikasikan persoalan yang muncul di lingkungan masing-masing.
“Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat,” kata Rensa.
Pesan serupa disampaikan terkait kerukunan antarumat beragama. Rensa mengingatkan masyarakat Kubu Raya yang memiliki keberagaman suku, agama, dan budaya agar tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber perselisihan.
Sebaliknya, keberagaman harus menjadi modal untuk memperkuat persaudaraan, saling menghormati, dan membangun kerja sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Rensa berharap komunikasi antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan warga terus terpelihara. Persoalan yang muncul di tengah masyarakat diharapkan dapat diselesaikan melalui komunikasi sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.
Subuh Keliling Jadi Ruang Komunikasi
Subuh Keliling merupakan program prioritas Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto untuk menghadirkan Polri secara humanis di tengah masyarakat melalui kegiatan ibadah bersama.
Di Kubu Raya, kegiatan tersebut dimanfaatkan kepolisian sebagai ruang bertemu sekaligus mendengar langsung masukan masyarakat dan tokoh agama.
“Program ini bertujuan menghadirkan polisi secara nyata di tengah-tengah masyarakat. Menjadi wadah komunikasi langsung untuk mendengar masukan, keluhan, atau permasalahan kamtibmas dari warga dan tokoh agama,” terang Kapolres.
Menurut Kapolres, kedekatan dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan. Pertemuan di masjid diharapkan memperkuat hubungan antara anggota kepolisian, pengurus masjid atau DKM, tokoh agama, dan jamaah.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, kerukunan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan.
Subuh Keliling dilaksanakan secara serentak oleh Polsek jajaran Polres Kubu Raya. Kegiatan serupa akan terus digelar di sejumlah masjid di wilayah Kabupaten Kubu Raya.
Kegiatan di Masjid Al Amien dihadiri Wakapolres Kubu Raya Kompol Andri Syahroni, Kapolsek Sungai Raya AKP Harianto, serta 15 personel Polres Kubu Raya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kultum Subuh yang disampaikan Paur Subbagwatpers Bag SDM Polres Kubu Raya Aiptu Rudiansyah. Ia menyampaikan pesan keagamaan mengenai peningkatan keimanan dan ketakwaan, menjaga kerukunan, serta mempererat silaturahmi dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui Subuh Keliling, kepolisian berupaya menjadikan masjid bukan sekadar tempat bertemu, tetapi juga ruang untuk membaca persoalan masyarakat secara langsung. Dari Karhutla hingga ancaman banjir, dari keamanan lingkungan hingga pengaduan terhadap anggota Polri, persoalan warga diharapkan dapat diketahui dan ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Penulis : cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110
#POLISI BERSAMA MASYARAKAT






