TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID – Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Komunikasi dan kolaborasi dengan tokoh agama menjadi bagian penting untuk mencegah konflik sejak dini.

Hal itu ditegaskan Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia saat bersilaturahmi dengan Pastor RP. Donatus Jensi, CDD, Pastor Kepala St. Agustinus Sungai Raya.

Pertemuan tersebut menjadi langkah Polres Kubu Raya memperkuat sinergi dengan tokoh agama dalam merawat toleransi antarumat beragama sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif.

Dalam silaturahmi itu, Kapolres Kubu Raya didampingi Kasatintelkam Polres Kubu Raya AKP Iman Kurniawan.

Keduanya membahas penguatan peran tokoh agama sebagai mitra Polri dalam menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada umat dan masyarakat di lingkungannya.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Rensa S. Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengatakan, komunikasi langsung dengan tokoh agama penting untuk membangun mekanisme deteksi dini terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Silaturahmi ini merupakan upaya membangun komunikasi dua arah. Kami ingin setiap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dapat segera disampaikan, kemudian dicarikan solusi bersama sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas,” ujar Ade, Selasa (18/8/26) sore.

Menurutnya, tokoh agama memiliki peran strategis dalam menjaga suasana kehidupan masyarakat tetap sejuk. Pesan mengenai kerukunan, toleransi, dan pentingnya menyaring informasi dapat disampaikan kepada umat melalui kegiatan keagamaan maupun komunikasi sehari-hari.

Karena itu, Polres Kubu Raya mendorong para tokoh agama untuk terus mengajak masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Peran tokoh agama sangat penting sebagai mitra Polri untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada umat dan masyarakat. Termasuk mengantisipasi potensi konflik sosial, penyebaran berita hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, dan isu SARA,” kata Ade.

Langkah tersebut menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi di ruang digital. Informasi yang belum teruji kebenarannya dapat menyebar dengan cepat dan berpotensi memicu kesalahpahaman apabila masyarakat tidak menyikapinya secara bijak.

Dalam pertemuan itu, Kapolres dan Pastor RP. Donatus Jensi, CCD., juga membahas pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama, khususnya ketika masyarakat melaksanakan kegiatan keagamaan.

Polres Kubu Raya berharap setiap kegiatan keagamaan dapat berlangsung aman, tertib, dan saling menghormati. Sikap tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan antarumat tetap harmonis.

“Yang kami harapkan adalah terbangunnya suasana Kubu Raya yang aman, toleran, dan harmonis. Setiap umat harus dapat menjalankan kegiatan keagamaan dengan aman dan nyaman, sementara masyarakat lainnya tetap saling menghormati,” ujar Ade.

Polres Kubu Raya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan dan keamanan daerah.

Bagi kepolisian, menjaga kamtibmas bukan hanya dilakukan ketika gangguan sudah terjadi. Membangun komunikasi, memperkuat kepercayaan, dan mencegah potensi konflik sejak dini merupakan bagian dari strategi menjaga keamanan.

Melalui sinergi bersama tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat, Polres Kubu Raya berkomitmen menjaga ruang publik tetap aman dari provokasi, hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, dan isu SARA.

Dari ruang-ruang dialog seperti inilah, upaya menjaga kedamaian tidak berhenti sebagai imbauan. Ia menjadi kerja bersama untuk memastikan keberagaman tetap menjadi kekuatan Kubu Raya.

 

Penulis : cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan