TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID – Gempa mengguncang Nusa Tenggara Timur, tetapi dukungan untuk para korban datang dari jauh. Di Kubu Raya, jajaran Polres Kubu Raya bersama masyarakat menundukkan kepala dalam salat istighosah dan doa bersama, Jumat (21/8/2026). Mereka mendoakan korban yang meninggal serta warga yang masih bertahan menghadapi dampak bencana.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk solidaritas kemanusiaan sekaligus ikhtiar spiritual. Doa dipanjatkan agar korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, sementara warga yang terluka dan kehilangan tempat tinggal diberi kekuatan untuk melewati masa sulit.
Gempa kuat yang mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026 menimbulkan korban jiwa, kerusakan bangunan, serta membuat ribuan warga harus mengungsi. Penanganan terhadap masyarakat terdampak hingga kini masih berlangsung.
Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade mengatakan salat istighosah dan doa bersama tersebut merupakan wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
“Kegiatan istighosah ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kita terhadap saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah gempa di Nusa Tenggara Timur. Kita bersama-sama memanjatkan doa agar para korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Ade menyampaikan pesan Kapolres Kubu Raya.

Menurut dia, doa juga ditujukan kepada masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian maupun mereka yang mengalami luka dan kehilangan tempat tinggal.
“Kita berharap masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan, kesehatan dan keselamatan. Semoga proses penanganan bencana berjalan lancar dan masyarakat NTT dapat segera bangkit serta kembali menjalani kehidupan dengan baik,” katanya.
Ade menambahkan, kegiatan tersebut bukan sekadar ritual keagamaan. Istighosah menjadi ruang untuk menumbuhkan empati dan memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat.
Polri, kata Ade, ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak mengenal jarak. Ketika sebagian masyarakat Indonesia sedang menghadapi kehilangan, masyarakat di daerah lain dapat mengambil bagian melalui doa, dukungan moral, maupun bantuan kemanusiaan.
“Musibah ini menjadi duka kita bersama. Karena itu, mari kita kuatkan kepedulian dan persaudaraan. Mudah-mudahan doa yang kita panjatkan menjadi penguat bagi saudara-saudara kita di NTT yang sedang menghadapi cobaan,” ujar Ade.
Sikap tersebut sejalan dengan komitmen Polri dalam penanganan bencana di NTT. Selain mengerahkan personel untuk pencarian, evakuasi, pelayanan kesehatan dan pengamanan, Polri juga menyalurkan bantuan logistik serta kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak.
Bagi Polres Kubu Raya, istighosah menjadi bentuk dukungan dari jauh. Tidak ada evakuasi yang dilakukan dari Kubu Raya, tidak ada tenda yang didirikan di tanah NTT. Namun, ada doa yang dipanjatkan bersama sebagai tanda bahwa penderitaan korban gempa bukan hanya menjadi urusan mereka yang berada di lokasi bencana.
Doa itu menjadi pesan sederhana, di tengah bencana, solidaritas tidak boleh ikut runtuh.
Penulis : cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110






