TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menguji kesiapsiagaan petugas di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Sedikitnya 94 titik api terdeteksi melalui aplikasi Lancangkuning.net dan tersebar di Kecamatan Sungai Raya, Sungai Ambawang, Rasau Jaya, serta Kuala Mandor B.

Tim gabungan penanggulangan Karhutla hingga Jumat, (21/8/26), masih bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain untuk memadamkan api, melakukan penyekatan, serta membasahi lahan yang terbakar. Langkah itu dilakukan untuk menahan laju api agar tidak merembet ke area lain maupun mendekati permukiman warga.

Dari sejumlah wilayah tersebut, Kecamatan Sungai Raya menjadi kawasan dengan titik api terbanyak, disusul Kecamatan Sungai Ambawang. Kondisi ini mendapat perhatian lebih karena Bandara Internasional Supadio berada di wilayah Sungai Raya.

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade mengatakan penanganan Karhutla berlangsung di banyak lokasi dalam waktu bersamaan.

“Petugas menangani sedikitnya 94 titik kebakaran yang tersebar di Kecamatan Sungai Raya, Sungai Ambawang, Rasau Jaya dan Kuala Mandor B. Di sejumlah lokasi, masih terlihat kepulan asap setelah proses pemadaman,” kata Ade.

Menurut dia, kondisi di lapangan tidak mudah. Petugas harus berhadapan dengan sumber air yang terbatas dan sebagian berada cukup jauh dari lokasi kebakaran. Kondisi cuaca yang panas dan angin kencang juga membuat api lebih mudah bergerak.

Tantangan bertambah karena sebagian titik api berada di lahan gambut yang ditumbuhi semak belukar kering. Api juga muncul di kawasan bekas terbakar sehingga petugas harus memastikan bara di dalam tanah benar-benar padam.

“Beberapa lokasi cukup sulit dijangkau. Sumber air juga jauh. Petugas harus bekerja ekstra untuk melakukan pembasahan agar api dan bara tidak kembali menyala,” ujar Ade.

Peralatan di lapangan ikut menjadi persoalan. Keterbatasan panjang selang membuat petugas harus menyesuaikan posisi pemadaman dengan kondisi medan. Mesin pemadam juga dapat mengalami gangguan ketika bekerja dalam kondisi panas dan durasi yang panjang.

Karakter lahan gambut membuat proses pemadaman tidak cukup hanya dengan menghilangkan api yang terlihat. Petugas perlu melakukan penyiraman dan pendinginan secara berulang untuk memastikan bara di bawah permukaan tidak kembali memicu kebakaran.

Tim gabungan kini memusatkan perhatian pada wilayah yang memiliki konsentrasi titik api tinggi, terutama Sungai Raya dan Sungai Ambawang. Pemadaman dilakukan sekaligus dengan penyekatan untuk membatasi pergerakan api.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih berjibaku di sejumlah lokasi Karhutla di kedua kecamatan tersebut. Petugas terus melakukan pemadaman, penyekatan dan pendinginan sebagai langkah untuk mengendalikan kebakaran sekaligus mencegah api meluas ke lahan lain dan kawasan permukiman.

Di tengah cuaca panas, angin yang berubah cepat dan medan gambut yang sulit ditembus, pekerjaan petugas belum selesai. Api yang padam di permukaan masih harus dipastikan benar-benar mati di bawahnya.

 

 

Penulis : cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan