SUNGAI RAYA – Menanggapi dinamika cuaca yang tidak menentu, Kepolisian Sektor (Polsek) Sungai Raya melakukan langkah proaktif dengan melakukan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) dan pengecekan langsung di sejumlah titik rawan banjir, puting beliung, dan tanah lonsor (Batingsor), Senin (04/05/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini difokuskan pada desa-desa yang memiliki karakteristik rawan terdampak kenaikan debit air sungai maupun pasang surut air laut. Personel kepolisian menyisir delapan lokasi utama, yakni Desa Arang Limbung, Limbung, Kuala Dua, Teluk Kapuas, Parit Bugis, Sungai Asam, Parit Baru, dan kawasan Wonodadi 1.
Pengecekan lapangan yang dilakukan oleh IPDA Ahmad Karmana dan AIPDA Mardi menunjukkan bahwa hingga pukul 10.50 WIB, kondisi wilayah Kecamatan Sungai Raya masih dalam keadaan aman.
“Berdasarkan pantauan kami di beberapa desa rawan, tidak ditemukan adanya pemukiman penduduk maupun jalan utama yang tergenang air. Intensitas curah hujan terpantau masih normal dan tidak ada kenaikan permukaan air sungai yang signifikan akibat pasang surut laut,” lapor IPDA Ahmad Karmana.
Meskipun situasi saat ini terpantau kondusif, pihak kepolisian tetap memberikan imbauan waspada kepada masyarakat, terutama yang bermukim di sepanjang bantaran sungai. Warga diminta tetap siaga terhadap potensi cuaca ekstrem yang sewaktu-waktu dapat meningkatkan debit air.
Kapolsek Sungai Raya melalui personel di lapangan menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara kepolisian, perangkat desa, dan pemerintah daerah. Sinergi ini diperlukan untuk memetakan tingkat kerawanan secara mendalam, serta menyiapkan langkah darurat jika terjadi dampak banjir yang menghambat mobilitas warga di jalan raya.
“Kami terus memonitor perkembangan di lapangan setiap saat. Jika ada peningkatan intensitas air yang mengkhawatirkan, personel akan segera berkoordinasi untuk langkah evakuasi atau penanganan lebih lanjut demi keselamatan masyarakat,” tambahnya.

