TERENTANG – Kepolisian Sektor Terentang bergerak cepat melakukan mitigasi bencana menyusul meningkatnya intensitas curah hujan dan fenomena pasang surut air laut di wilayah hukumnya. Pada Rabu pagi (06/05/2026), personel Polsek Terentang melakukan inspeksi langsung ke sejumlah titik rawan guna mengantisipasi ancaman Banjir, Puting Beliung, dan Tanah Longsor (Bantingsor).
Debit Air Meningkat Akibat Kiriman Hulu
Monitoring yang dipimpin oleh Ka SPKT II, Aiptu Yudi Setyawan, A.Md., menunjukkan adanya kenaikan permukaan air sungai yang cukup signifikan. Kondisi ini dipicu oleh perpaduan intensitas hujan sedang, pasang air laut, serta adanya volume air kiriman dari wilayah hulu.
Pihak kepolisian telah memetakan tujuh desa prioritas yang masuk dalam zona rawan terdampak, yaitu:
1. Desa Permata
2. Desa Teluk Empening
3. Desa Teluk Bayur
4. Desa Terentang Hilir
5. Desa Terentang Hulu
6. Desa Sei Radak Satu
7. Desa Betuah
Langkah Antisipasi dan Imbauan Kamtibmas
Menyikapi perkembangan situasi tersebut, Polsek Terentang mengambil langkah preventif dengan memberikan imbauan langsung kepada masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai agar tetap siaga terhadap potensi banjir rob yang datang seketika.
“Kami terus memantau pergerakan debit air secara real-time. Kami juga meminta warga segera mengamankan barang berharga jika intensitas hujan terus meningkat, terutama saat air laut pasang,” ujar Aiptu Yudi Setyawan di sela-sela pengecekan.
Sinergi Lintas Sektoral
Selain pemantauan fisik, Polsek Terentang juga memperkuat koordinasi dengan perangkat desa dan pemerintah daerah. Fokus kolaborasi ini meliputi pemetaan tingkat kerawanan terbaru, pendataan dampak terhadap penduduk, hingga pemantauan kondisi lalu lintas pada jalan raya yang berisiko tergenang.
Kepolisian menegaskan bahwa sosialisasi akan terus dilakukan secara masif guna memastikan situasi Kamtibmas di Kecamatan Terentang tetap aman dan kondusif. Masyarakat diminta untuk segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda bencana di lingkungannya agar dapat dilakukan penanganan cepat oleh tim satgas gabungan.

