SUNGAI AMBAWANG – Kepolisian Sektor Sungai Ambawang memastikan rantai pasok dan harga bahan pokok penting (Bapokting) di wilayah hukumnya tetap stabil. Hal ini ditegaskan melalui aksi monitoring intensif yang dilakukan personel kepolisian di Pasar Tradisional Sungai Ambawang Kuala pada Rabu pagi (06/05/2026).
Langkah proaktif ini dipimpin oleh Aiptu Sarjo dan Aipda Rizaldi dengan menyisir langsung para pedagang untuk memantau fluktuasi harga serta ketersediaan stok di tengah masyarakat.
Pantauan Harga: Cabai Rawit Merah Tembus Rp76 Ribu
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, sejumlah harga komoditas terpantau masih dalam rentang dinamis namun tetap terkendali. Berikut adalah rangkuman harga terkini di pasar tersebut:
• Beras: Kualitas Super dibanderol Rp18.000/kg, sementara kualitas Medium di kisaran Rp16.000 – Rp17.000/kg.
• Daging: Harga daging sapi stabil di angka Rp170.000/kg, sedangkan daging ayam ras segar berada di posisi Rp35.000/kg.
• Komoditas Cabai: Cabai rawit merah menjadi yang tertinggi dengan harga Rp76.000/kg, disusul cabai merah keriting di angka Rp70.000/kg.
• Bumbu Dapur: Bawang merah dipatok Rp70.000/kg dan bawang putih Rp40.000/kg.
• Minyak & Gula: Minyak goreng kemasan bermerk rata-rata Rp23.000/kg, dan gula pasir kualitas premium di harga Rp20.000/kg.
“Hasil pantauan menunjukkan bahwa meski harga bersifat dinamis mengikuti mekanisme pasar, hingga saat ini belum ditemukan adanya lonjakan harga yang signifikan yang dapat memukul daya beli masyarakat,” tegas personel Polsek Sungai Ambawang di lokasi.
Lawan Praktik Penimbunan demi Kendali Inflasi
Selain pengecekan angka, petugas juga memberikan imbauan keras kepada para pedagang dan distributor agar tidak melakukan praktik penimbunan barang. Tindakan tegas akan diambil jika ditemukan adanya upaya kecurangan perdagangan yang sengaja menciptakan kelangkaan demi keuntungan sepihak.
Pihak kepolisian juga menginstruksikan jajaran Bhabinkamtibmas untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa. Melalui dialog interaktif dengan pelaku pasar, diharapkan kendala pada jalur distribusi dapat dideteksi sejak dini.
“Kami ingin memastikan stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga. Monitoring harian ini adalah instrumen kami untuk menekan laju inflasi dan menjamin ketersediaan bahan pokok penting bagi warga Sungai Ambawang,” pungkasnya.

