TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID – Polres Kubu Raya, Polda Kalimantan Barat, memperkuat barisan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih mengancam wilayah Kabupaten Kubu Raya. Sebanyak 166 personel disiapkan melalui Operasi Aman Nusa Dua untuk mempercepat respons terhadap titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas.
Kekuatan tersebut terdiri atas 100 personel Polres Kubu Raya dan Polsek jajaran, ditambah 60 personel BKO Korps Brimob dari Mako Brimob Pelopor dan Brimob Polda Bali. Selain itu, enam personel siswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) yang dikirim Lemdiklat Mabes Polri turut diterjunkan untuk membantu edukasi masyarakat.
Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia memimpin langsung apel gelar pasukan Operasi Aman Nusa Dua di halaman Mapolres Kubu Raya, Kamis (27/8/2026) pagi.
“Selain menerjunkan 100 personel, Polres Kubu Raya juga mendapatkan penambahan kekuatan sebanyak 60 personel BKO Korps Brimob dari Mako Brimob Pelopor dan Brimob Polda Bali serta enam personel dari siswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) yang dikirim Lemdiklat Mabes Polri,” kata Rensa seusai memimpin apel.

Menurut Rensa, tambahan kekuatan itu menjadi modal penting untuk mempercepat pergerakan personel ketika titik api terdeteksi. Kecepatan respons menjadi kunci agar api tidak telanjur membesar dan merambat ke area lain.
“Fokus kami adalah bagaimana setiap titik api bisa segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar. Setiap perkembangan di lapangan akan menjadi dasar untuk menentukan ke mana personel harus digerakkan,” ujar Rensa.
Perkuat Respons di Lapangan
Operasi Aman Nusa Dua tidak hanya berorientasi pada pemadaman. Polisi juga memperkuat langkah pencegahan dan edukasi agar masyarakat memahami bahaya serta konsekuensi hukum dari pembakaran hutan dan lahan.
Enam siswa STIK yang ikut dalam operasi tersebut akan membantu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla, termasuk ancaman pidana bagi pihak yang sengaja melakukan pembakaran.
Di lapangan, Polres Kubu Raya juga memperkuat koordinasi bersama TNI, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni, serta berbagai instansi dan relawan pemadam kebakaran.

Kolaborasi itu menjadi penting karena karhutla tidak bisa ditangani hanya oleh satu institusi. Kondisi medan, keterbatasan sumber air, cuaca panas, hingga potensi munculnya titik api baru membutuhkan respons yang cepat dan terkoordinasi.
Rensa mengatakan personel akan terus bergerak mengikuti perkembangan situasi di lapangan. Titik api yang terdeteksi akan menjadi dasar untuk menentukan prioritas pengerahan pasukan.
Kapolres Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Di tengah penanganan karhutla, Rensa juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap.
Rensa menyebut kualitas udara di Kabupaten Kubu Raya berada dalam kondisi yang berbahaya. Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap remeh paparan asap karhutla.
“Saat ini kualitas udara di Kabupaten Kubu Raya masuk kategori berbahaya. Dengan kondisi ini, kami mengharapkan masyarakat jika tidak ada keperluan tetap berada di rumah,” kata Rensa.
Kapolres meminta warga yang harus beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker sebagai langkah perlindungan terhadap gangguan kesehatan akibat paparan asap.
“Jika ada keperluan yang sangat mendesak untuk keluar rumah, diharapkan menggunakan masker untuk menghindari terjadinya penyakit ISPA dan gangguan pada paru-paru,” ujarnya.
Operasi Aman Nusa Dua menjadi salah satu langkah Polres Kubu Raya untuk memastikan penanganan karhutla berjalan lebih cepat dan terukur. Dengan tambahan personel serta dukungan lintas instansi, setiap titik api diharapkan dapat segera dikendalikan sebelum berubah menjadi bencana yang lebih besar.
Penulis : cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110






