TBNEWSPOLRESKUBURAYA.ID – Tangis dan duka menyelimuti proses penyerahan jenazah seorang bayi perempuan yang ditemukan di aliran Sungai Ambangah, Desa Sungai Ambangah, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Jenazah bayi tersebut diserahkan oleh pihak kepolisian kepada Kepala Desa Sungai Ambangah, Rahmadani, A.Md., untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Sungai Ambangah,Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB,.
Penyerahan itu menjadi akhir sementara dari perjalanan jenazah bayi yang sebelumnya ditemukan di aliran sungai. Namun, di balik prosesi tersebut, masih tersisa pertanyaan besar yang kini menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian, siapa orangtua bayi tersebut dan bagaimana bayi itu bisa ditemukan dalam kondisi meninggal di aliran sungai.
Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengatakan, jenazah telah menjalani pemeriksaan visum di RS Bhayangkara Anton Sujarwo Pontianak sebelum diserahkan kepada pemerintah desa.
“Setelah proses visum di RS Bhayangkara Anton Sujarwo Pontianak selesai, jenazah bayi kemudian kami serahkan kepada Kepala Desa Sungai Ambangah atas dasar kesediaan warga untuk menerima dan memakamkannya di TPU Desa Sungai Ambangah,” kata Ade dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).
Menurut Ade, proses penyerahan tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan kepentingan penyelidikan. Polisi masih berupaya mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan bayi perempuan tersebut ditemukan meninggal di aliran Sungai Ambangah.
“Bagi kami, jenazah ini bukan sekadar temuan. Ada kehidupan yang terhenti dan ada keluarga yang sampai saat ini masih menjadi tanda tanya. Karena itu, penyelidikan tetap berjalan untuk mengungkap siapa bayi tersebut dan bagaimana peristiwa ini terjadi,” ujarnya.
Ade mengatakan, pihak kepolisian mengapresiasi kepedulian warga Desa Sungai Ambangah yang bersedia menerima jenazah tersebut untuk dimakamkan secara layak.
“Di tengah situasi yang penuh keprihatinan ini, kepedulian masyarakat menjadi hal yang sangat berarti. Warga melalui kepala desa menunjukkan bahwa seorang bayi tetap memiliki hak untuk dimakamkan dengan layak dan manusiawi,” katanya.

Diterima Desa Sungai Ambangah untuk Dimakamkan
Kepala Desa Sungai Ambangah, Rahmadani, A.Md., menyatakan kesediaan pemerintah desa dan warga untuk menerima jenazah bayi perempuan tersebut.
Menurut Rahmadani, keputusan menerima dan memakamkan jenazah merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan. Bayi yang ditemukan dalam kondisi meninggal itu, kata dia, tetap harus mendapatkan tempat peristirahatan terakhir yang layak.
“Kami menerima jenazah bayi ini dengan hati yang berat. Dia memang tidak sempat tumbuh dan mengenal dunia, tetapi dia tetap manusia yang harus kami hormati. Kami akan memakamkannya di TPU Desa Sungai Ambangah dengan layak,” kata Rahmadani.
Rahmadani juga menyampaikan dukungannya terhadap proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian. Ia berharap polisi dapat segera mengungkap identitas bayi tersebut serta mengetahui penyebab dan rangkaian peristiwa hingga bayi itu ditemukan di aliran sungai.
“Kami mendukung penuh penyelidikan Polres Kubu Raya. Kami berharap kejadian ini tidak berhenti sebagai sebuah penemuan jenazah. Kami ingin semuanya menjadi terang, siapa orangtuanya, bagaimana bayi ini bisa sampai di sungai, dan apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat yang mengetahui informasi berkaitan dengan bayi tersebut untuk menyampaikannya kepada kepolisian.
“Kalau ada warga yang mengetahui sesuatu, jangan diam. Sampaikan kepada polisi. Biar semuanya bisa terungkap dan bayi ini tidak dimakamkan sebagai sosok tanpa nama dan tanpa cerita,” kata Rahmadani.
Proses penyerahan jenazah dilakukan oleh Pawas Polsek Sungai Raya, Ipda Lintong Pandiangan bersama Bhabinkamtibmas Desa Sungai Ambangah Aiptu Hendro kepada Kepala Desa Sungai Ambangah. Sejumlah warga Dusun Karya, Desa Sungai Ambangah, turut hadir dalam proses tersebut.
Setelah penyerahan, jenazah bayi perempuan itu selanjutnya dipersiapkan untuk dimakamkan di TPU Desa Sungai Ambangah.
Bagi warga, prosesi tersebut bukan sekadar pemakaman. Di balik liang lahat yang akan menjadi tempat peristirahatan terakhir sang bayi, masih tersimpan teka-teki yang kini menjadi pekerjaan rumah bagi kepolisian untuk mengungkapnya.
Penulis : cpt_ltr2002
Editor : Aiptu Ade
follow up : web resmi Polres Kubu Raya ( tbnewspolreskuburaya.id)
Call Centre : 110






